Mas suka masukin aja. besar kecil okey..

Begitulah ceritanya, So lelaki yang bernama cakdut itu mempunyai kecenderungan membesar-besarkan kemaluannya yang kecil. Hingga petualangan liarnya mentok dirumah klinik yang mengaku cucu dari dukun spectakuler yang dimiliki negri Indonesia tercinta ini. Mak Erot, Specialis Membesarkan burung pipit menjadi burung garuda.
Melangak melongok didepan pintu, dan tiba-tiba dari dalam terdegar suara orang mendehem. “Uhuk Uhuk Ehemmm Ehemmmm”, begitu bunyinya. …..”permisiiiii, bolehkah saya masuk…” kata Cakdut.
setelah mendapat persetujuan dari siempunya rumah. Akhirnya Cakdut masuk.
Didalam ternyata ruangannya lebih sempit dibanding ruang depan, duduk bersila seorang dukun dengan selampe hitam besar terikat dikepalanya. Dihadapannya terdapat dupa, lengkap dengan kembang dan kemenyan  yang membuat keadaan sekitar menjadi sangat romantis.
Setelah mereka saling sapa dan berjabat tangan, akhirnya terjadilah dialog diantara mereka berdua.
Pak dukun : “Apa hobbimu anak muda ?”
Cakdut : “Nge-Lonte, pak dukun”.
Pak dukun : “Ha Ha Ha, saya suka itu…. Saya juga sering ngelonte”.
Cakdut : “Hi Hi, kalau begitu kita cs pak dukun. Tolong dong besarkan burungku ini.”
Pak dukun : “Ha Ha Ha, gampang sekali anak muda. Dengan membayar mahar 7500 rupiah, Anda akan   mendapatkan sebuah minuman yang berkasiat….. ha ha ha…..”
Cakdut : “Huokhehhh, tidak masalah. Ini saya lebihkan 2500 rupiah, silahkan dinikmati uang haram hasil korupsi ini pak dukun.”
kata Cakdut, sembari memberikan uang sejumlah 10.000ribu rupiah, kepada sidukun.
Esok hari, dimalam minggu yang cerah, secerah hati Cakdut tentunya. Dia memutari areal prostitusi gongseng, cijantung. Dibilangan Jakarta timur. Sebenarnya kawasan ini sudah 4 tahun yang lalu telah dibersihkan oleh pemerintah dan sudah dibangun sebuah masjid besar yang persis disampingnya berdiri megah gedung Islamic center.
Tetapi, Heee alllaahhh.., emang dasar koplaks. Tetap saja jika hari sudah mulai remang, masjid itu selalu penuh dikelilingi para PSK dan para lelaki hidung belang yang mencari combro rasa perkedel, Ahayy deh pokoke….. hi hi hi.
Disebuah gang remang itu, terlihat Cakdut berdiri sempoyongan sedang asik ngoceh dengan seorang lonte ala kadarnya. Obrolannya sangat sederhana, sesederhana puisi Sapardi Djoko Damono yang membiaskan sebuah isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. 
“Aku suka kamu” kata Cakdut. Lonte itu hanya terseyum. Kembali Cakdut mengulangi perkataannya “Aku suka kamu…..”. Hi hi  hi…. Lalu lonte itu berucap : “Mas Suka, Masukin Aja-Besar Kecil I’ts Okay”

Hi hi hi….. langsung  mereka masuk ke sebuah kamar kecil yang teryata disewakan oleh penduduk sekitar, lengkap dengan ember berisi air dan satu buah gayung.

Sampai akhirnya pertempuran itu berlangsung dengan durasi yang dipakai FIFA dalam pertandingan sepak bola piala dunia, yakni 45 menit X 45 menit. Dengan catatan jika draw akan ada perpanjangan waktu. Dan bila masih deadlock akan digelar adu pinalti. Ahayy, gitu dhehh pokoknya…

Sayup-sayup terdengar suara erangan lonte itu, yang berasal dari kamar bokaw itu.
Hahhhh Burunggg Mas besarr sekaliiiiii…………… Hadehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……..
wkwkwkwkwwk, sembari terus menggenjot Cakdut tertawa terkekeh-kekeh sambil berbisik dan mengatakan, lha tadi kan kamu yang bilang :
 
Mas Suka, Masukin Aja-Besar Kecil I’ts Okay
*Judul : Terinspirasi film Doyok-Kadir, dengan judul yang sama

Follower